Rabu, 12 April 2017

Priodesasi Kepala KUA

Adapun Gedung KUA Kecamatan Pulogadung yang sekarang ini ( Jl. Balai Pustaka Baru ) berdiri sejak tahun 1986 yang sebelumnya bertempat di Jalan Raya Bekasi Kelurahan Jatinegara kaum. Berikut  nama-nama Kepala KUA yang terakhir pernah bertugas di Kecamatan Pulogadung :

1.
HM. Yacoeb Hasbi
1970  s.d  1972
2.
H. Afandi
1972  s.d   1981
3.
H. Supangat
1981  s.d   1986
4.
H S.A. Halim
1986  s.d.  1992
5.
H. Nurali Sani
1992  s.d.  1997
6.
Drs. H. Djamaluddin Da’i
1997 s.d.  2002
7.
Drs. Cholid Imran
2002 s.d.  2004
8.
Suryadi Ahmad, S. Ag
2004 s.d   2005
9.
Drs. Muhammad Nilan
2005 s.d.  2007
10.
H. Sularno, S. Ag, MM
2007 s.d.  2010
11.
Drs. H. Abdullah, MM
2010 s.d.  2011
12.
H. Abdul Aziz Kamaluddin, MA
2011 s.d. 2015
13.
Akhmad Azis, S. Ag
2015 s.d. sekarang

Selasa, 11 April 2017

Riwayat KUA Kecamatan Pulogadung



Data yang menjelaskan tentang riwayat KUA Kecamatan Pulogadung  secara terperinci dan pasti, memang belum dapat kami temukan, namun berdasarkan data arsip yang masih ada di KUA Kecamatan Pulogadung, bahwa di wilayah  Pulogadung sejak tahun 1912 telah ada seorang petugas khusus yang menangani masalah pernikahan yang ketika itu dikenal sebagai seorang Panghoeloe Landraad.

Penghulu inilah yang bertugas mencatat peristiwa perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah kawedanan pulogadung (onderdistrict poelogadoeng). Peristiwa pernikahan yang terjadi  saat itu dicatat dalam sebuah register yang ketika itu disebut ” Buku Daftar Kawin”. Penghulu landraad ini bertugas dibawah pengawasan gezient de assistents wedana, yang selanjutnya assistents ini melaporkan  lagi kepada seorang petugas dari pemerintahan kolonial belanda.

Hingga saat ini Buku Daftar Kawin tersebut masih tersimpan dengan “cukup rapih” pada ruang arsip KUA Kecamatan Pulogadung. Dimana ditemukan sebagian penulisan pada Buku Daftar Kawin ( register saat itu ) masih menggunakan huruf Arab melayu dan ejaan tempo dulu. Berikut nama-nama  yang pernah menjadi penghulu pulogadung pada masa penjajahan Belanda:

1.            H. Abdul Mutholib
2.            H. Muhammad Nasir
3.            H. Muhammad Zen
4.            H. Ahmad
5.            H. Tabrani
6.            H. Moh. Soleh

Wilayah kerja Panghoeloe Landraad ketika itu meliputi wilayah Poelo Djahe, Jati Rawamangun, Klender, Jatinegara, Pondok bambu,   Cipinang, Rawa Terate, Oetan Kayu, dan lain sekitarnya. 

Letak Geografis

Wilayah Kecamatan Pulogadung berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor : 1251 Tahun 1986 memiliki luas 1.561,21 Ha, terbagi kedalam tujuh kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 283.350 jiwa. Berikut nama-nama kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Pulogadung :
1.               Kel. Pulogadung
2.               Kel. Kayu putih
3.               Kel. Cipinang
4.               Kel. Rawamangun
5.               Kel. Pisangan timur
6.               Kel. Jatinegara kaum
7.               Kel. Jati

 Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Pulogadung  adalah sebagai berikut :

Utara
: Jl. Perintis Kemerdekaan, Kec. Kelapa Gading Jakarta Utara
Timur
: Jl. Bekasi Raya, Kec. Cakung
Selatan
: Jl. Cipinang, Rel Kereta Api Kec. Jatinegara Jakarta Timur
Barat
:  Jl. Ahmad Yani, Kec. Cempaka Putih Jakarta Pusat & Kec. Matraman Jakarta Timur

Visi & Misi KUA Kecamatan Pulogadung

VISI :

Terwujudnya Pelayanan di Bidang Urusan Agama Islam yang berkualitas demi terciptanya Masyarakat Kecamatan Pulogadung yang Taat Beragama dan Pastisipatif.

MISI :

1.
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ketata-usahaan dan tertib administrasi
2.
Meningkatkan kualitas pelayanan nikah dan rujuk
3.
Meningkatkan kualitas pelayanan zakat, infaq dan shadaqah
4.
Meningkatkan kualitas pelayanan wakaf dan pembinaan masjid
5.
Meningkatkan kualitas pelayanan pengembangan keluarga sakinah
6.
Meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan haji dan umrah
7.
Meningkatkan kualitas pelayanan pembinaan ibadah sosial dan kemitraan umat beragama